Sabtu, 17 Oktober 2015

Hidup Tanpa Ayah & Ibu seakan Kedua sayap Telah Patah (Spenyer.T)


           
Spenyer. T..Kalibobo
Semua orang bisa hidup, namun tidak semua orang dapat menjalani kehidupannya. Terkadang ditengah perjalanan memang banyak halangan yang mungkin bagi sebagian orang itu sulit. Tapi, sesungguhnya inilah kehidupan di dunia. Ada kalanya kita hidup dengan kebahagiaan, dan ada kalanya kita hidup dengan kesusahan yang keduanya itu tidak bisa dipisahkan. 
Keinginan terbesar anak adalah hidup bahagia dengan kedua orang tua yang selalu mencurahkan kasih sayangnya. Tapi bagi anak yang hidup tanpa ayah dan Ibu, Pasti dia akan bahagia..?
Anak yang hidup tanpa kasih sayang dari ayah dan ibunya secara langsung tentunya akan berdampak pertumbuhan badanya. Banyak anak yang merasa dirinya tidak puas dengan apa yang diberikan oleh orang lain, mereka ingin mencari segala kepuasan dari ayah dan ibu tetapi tentunya tidak mungkin dapatkan.  Mereka senang bermain dan cerita dengan banyak teman tetapi hanya, pada titik tertentu dia tidak memperoleh kasih sayang seorang ayah dan Ibu.
 Disini saya pun dapatkan seorang anak yang hidupnya tanpa ayah dan ibupun juga ada tetapi dibiarkan pergi kawin.
Spenyer.T adalah anak yang hidupnya tanpa mengharapkan pada  kedua orang tua dan hidup sesuai apa adanya. Orang tua ayahnya meninggal dan ibunya masih ada tetapi tidak melihat dan memelihara spenyer dan adik perempuanya. Mereka dua hidupnya tak memikirkan dimana ayah dan ibu. Kira-kira umurnya 14/15 tahun antara itu saya Tanya umur dia bilang tidak tahu.
Kebetulan bulan juni tahun 2014, saya pulang libur tanah kelahiran ku papua. Di kaliboboh saya ketemu dengan anak yang belum kenal, setelah itu ia Tanya kak tinggal dimana..? jawab saya tinggal di kaliboboh di rumahnya teman, lalu saya tinggalkan dia lalu kerumah. Sore hari ia pun datang dirumah yang saya menyinap lalu saya Tanya tuan rumah itu, anak ini tinggal di mana jawab kadang dia tinggal dirumah ini dan diluar.
Lalu kami mulai bincang dengan dia, lalu dia menceritakan kisah hidupnya, dia Menceritakan Kisah hidupnya “saat bapak saya meninggal sampai saat ini saya hidupnya tidak jelas dimana tempat tinggal saya yang sebenarnya, kalau bapak ada berarti saya ini hidupnya seperti anak-anak lain. Pertama bapak saya meninggal dunia, saat kedukaan berlansung tidak ada lampu keadaan kegegelapan, terpaksa saya jalan ditempat kuburan. Setelah saya tiba di tempat kuburan, liling yang pasang diatas kuburan orang saya cabut untuk mau pasang lampu liling dirumah.
Kemudian, setelah kedukaan rumah menjadi sunyi dan tak ada orang yang menemani saya dengan adik perempuan ku, lalu saya terpaksa turung ke kota, setelah saya tiba di kota cari tempat tinggal saya denga adikku tetapi belum dapat tempat tinggal. Lalu disamping jalan ada rumah besar, kami dua kesana letakkan tas di serembi. Selama satu minggu kami dua tinggal menyinap diserambi tak ingat makan,minum dan dingin. Pas ada satu orang datang mengambil saya dengan adikku.
Gedung rumah yang mereka dua menyinap itu lama kelamahan spenyer bertumbuh ia Tanya ini rumah apa pada ini kantor DPRD Nabire.
Spenyer, ia pun ingin mau menikamati fungsi dan peran dari orang tua tetapi tak bisa dijawab dan hanya sebuah mimpi. Menikmati fungsi dari orang tua seperti: Merawat, Melindung, Menikamati sesuap nasi, Didikan/terlatih dan kasih sayang dari kedua orang tua namun itu hanya sebuah mimpi.

(Satu Kata yang terukir dalam hatiku: Jika Spenyer jalan kemana kalau dibilang hati-hati dijalan nanti kena tabrak dengan mobil/motor…? dia jawab itu, BOSAN HIDUP DI DUNIA INI Jadi kami jangan terlalu sibuk urus dengan saya)

Hidup Tanpamu Ayah & Ibu seakan kedua sayap yang indah itu telah patah hidup di dunia ini.


Senyuman manis dari si bocah Spenyer


0 komentar:

Posting Komentar